Monday, May 4, 2009

[SAP-MM] Tentang Batch

Ada 2 cara penanganan inventory material:
1. Normal: Plant – Material – Storage Location
2. Batch: Plant – Material – Storage Location – Batch Number

Struktur dari material master memungkinkan kita untuk me-manage stock by value (level plant dan company) dan by quantity (level plant, company, dan storage location).
Tapi terkadang tidak cukup hanya sampai level tersebut. Kadang kita perlu mengidentifikasi suatu material dari material lain yang hasil produksinya memiliki karakteristik yang berbeda (misalnya warnanya lebih gelap, atau ukurannya lebih kecil). Untuk keperluan tersebut, maka production lot atau batch number dapat digunakan.

Selain itu dengan batch handling, kita tidak hanya dapat in-house production lots, tapi juga production lots dari vendor.
Ada indikator batch management di material master record yang harus di-set pada saat pembuatan material. Nomor batch dapat diisi secara manual maupun otomatis melalui system.
Nomor ini harus unik pada level client, material level, dan plant level.
Standard R/3 untuk konfigurasi ini adalah nomor batch di-assign pada level plant.

Setiap batch mengandung 2 jenis data:
1. General data: tanggal kadaluwarsa, tanggal GR terakhir, dsb. Data ini di-define di master batch, dan berlaku untuk semua storage location.
2. Stock data: quantity data ini diatur pada masing-masing storage location.

Kedua data tersebut dibuat secara otomatis pada saat pembuatan GR pertama kali. Tetapi jika ada data tambahan yang ingin diberikan misalnya tanggal kadaluwarsa, maka data tersebut harus di-maintain secara manual.

Jangan lupa pada saat ingin melakukan goods movement, maka selain nomor material, nomor batch juga harus di-input untuk kasus ini.

1 comment: